Ia menyebut Rusia sedang melatih 150.000 tentara di Belarus untuk operasi skala besar yang dapat terjadi paling cepat musim panas ini. Persiapan tersebut dapat menandakan rencana untuk menyerang negara NATO.
“Ada risiko bahwa ini bisa jadi Polandia dan Lithuania, karena kami yakin bahwa (Presiden Rusia Vladimir) Putin akan berperang melawan NATO,” katanya dimuat Kyiv Independent, dikutip Senin (17/2/2025).
Ukraina memiliki “informasi intelijen” dan “dokumen” mengenai penambahan pasukan Rusia di Belarus, tetapi tidak tahu persis apa yang direncanakan Putin, menurut Zelensky. Presiden mengatakan Ukraina telah membagikan laporan intelijen ini dengan sekutu.
Zelensky memperingatkan saat ini Rusia “menunggu melemahnya NATO”. Ia juga mengatakan ia yakin Putin hanya menginginkan gencatan senjata untuk mempersiapkan lebih banyak pasukan untuk aksi militer masa depan yang lebih ambisius.
“Ia tidak hanya memikirkan Ukraina,” tambah Zelensky.
“Ada risiko tinggi bahwa Rusia akan mengarahkan pandangannya ke negara lain, khususnya negara-negara di dekat Ukraina yang sekarang menjadi negara anggota NATO.”
Zelensky berbicara kepada NBC News di sela-sela Konferensi Keamanan Munich pada Minggu, di mana ia memimpin delegasi Ukraina dalam pembicaraan dengan para pemimpin Eropa dan Amerika Serikat (AS) mengenai perang yang mendekati tahun ketiga.
Pada awal Konferensi Keamanan Munich, Zelensky mengatakan bahwa Rusia sedang melatih sejumlah besar tentara di Belarus untuk eskalasi militer besar-besaran. Dalam komentarnya, ia mengatakan bahwa langkah tersebut menggemakan latihan militer yang digelar Rusia menjelang invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.
Dua hari sebelum konferensi dimulai, sebuah laporan intelijen Denmark yang telah dideklasifikasi memperingatkan bahwa Rusia mungkin menemukan peluang untuk melancarkan perang skala besar di Eropa dalam waktu lima tahun, jika Moskow “melihat NATO sebagai negara yang secara militer melemah atau secara politik terpecah”.
Kementerian Keuangan telah merilis Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025 Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu serta Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah Listrik Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2025. Peraturan ini diundangkan pada 4 Februari 2025 dan berlaku pada tanggal diundangkan.
Salah satu yang diatur dalam aturan tersebut adalah pemberian insentif untuk mobil hybrid atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Kendaraan jenis LCEV mendapat insentif berupa Pajak Penjualan atas Barang Mewah ditanggung Pemerintah untuk tahun anggaran 2025.
Adapun LCEV yang akan mendapatkan insentif antara lain full hybrid, mild hybrid, dan/atau plug-in hybrid. Full Hybrid Electric Vehicle yang selanjutnya disebut adalah L yang memiliki fungsi mematikan mesin secara otomatis saat berhenti sejenak ( idling stop ), pengereman regeneratif ( regenerative braking ), alat bantu gerak berupa motor listrik ( electric motor assist ) dan mampu digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik ( EV running mode ) untuk waktu atau kecepatan tertentu.
Mild Hybrid Electric Vehicle yang selanjutnya disebut adalah L yang memiliki fungsi mematikan mesin secara otomatis saat berhenti sejenak ( idling stop ), pengereman regeneratif ( regenerative braking ) dan alat bantu gerak berupa motor listrik ( electric motor assist ).
Plug in Hybrid Electric Vehicle yang selanjutnya disebut adalah L yang paling sedikit terdiri dari 1 (satu) motor listrik atau motor generator dan paling sedikit 1 (satu) motor bakar sebagai penerus daya dan dilengkapi dengan sistem pengisian daya dari luar atau eksternal.
Dalam aturan tersebut, mobil hybrid harus memenuhi persyaratan seperti diatur dalam ketentuan Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
Adapun Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) atas penyerahan LCEV tertentu yang memenuhi ketentuan tersebut sebesar 3% dari harga jual. Pajak PPnBM DTP untuk mobil hybrid diberikan untuk Masa Pajak Januari 2025 sampai dengan Masa Pajak Desember 2025.
Selain mobil hybrid, dalam aturan tersebut juga diatur pemberian insentif bagi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) yaitu bus dan mobil listrik.
Mobil listrik berbasis baterai yang telah memenuhi kriteria tingkat komponen dalam negeri (TKDN) paling rendah 40% akan mendapatkan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). PPN mobil listrik yang ditanggung pemerintah untuk mobil listrik sebesar 10%. Berikut rinciannya:
a. KBL Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dengan nilai TKDN paling rendah 40% (empat puluh persen);
b. KBL Berbasis Baterai Bus Tertentu dengan nilai TKDN paling rendah 40% (empat puluh persen); dan
c. KBL Berbasis Baterai Bus Tertentu dengan nilai TKDN paling rendah 20% (dua puluh persen) sampai dengan kurang dari 40% (empat puluh persen).
Sementara itu, Pajak Pertambahan Nilai yang ditanggung Pemerintah atas penyerahan KBL Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan/atau KBL Berbasis Baterai Bus Tertentu yang memenuhi kriteria nilai TKDN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a dan/atau huruf b sebesar 10% (sepuluh persen) dari Harga Jual. Sedangkan untuk kriteria huruf c mendapat PPN DTP sebesar 5 persen.
“Pelaksanaan dan pertanggungjawaban belanja subsidi pajak ditanggung Pemerintah tahun anggaran 2025 sebagaimana dimaksud dalam P ayat (1) dan Pasal 16 ayat (1) dilaksanakan oleh Pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis aturan tersebut dikutip Minggu (16/2/2025).
Dilansir dari Reuters, ketiga sandera Israel ini digiring ke sebuah panggung, sementara para militan bersenjatakan senapan otomatis berdiri di sisi mereka di Khan Younis. Ketiga sandera dikembalikan dengan imbalan 369 tahanan dan narapidana Palestina. Pertukaran sandera ini dapat meredakan kekhawatiran bahwa perjanjian tersebut dapat runtuh sebelum gencatan senjata Palestina-Israel selama 42 hari berakhir.
Ketiga sandera tersebut berada dalam kondisi yang tampaknya lebih baik dibandingkan tiga sandera lainnya yang dibebaskan minggu lalu yang terlihat kurus dan lemah.
Sebagaimana diketahui, Dekel-Chen, seorang warga AS-Israel, kemudian Troufanov, seorang warga Israel berkebangsaan Rusia, dan Horn diculik dan ditangkap di Kibbutz Nir Oz pada 7 Oktober 2023. Kibbutz Nir Oz merupakan salah satu komunitas di sekitar Jalur Gaza yang diserbu oleh kelompok bersenjata Hamas.
Menurut sumber Hamas, sejumlah pejuang Hamas di lokasi tersebut membawa senapan yang disita dari militer Israel selama serangan 7 Oktober 2023. Troufanov diculik bersama ibu, nenek, dan pacarnya. Mereka semuanya dibebaskan dalam gencatan senjata singkat pada November 2023. Ayah Troufanov terbunuh dalam serangan di Nir Oz.
Nasib gencatan senjata juga dibayangi oleh seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar warga Palestina dipindahkan secara permanen dari Gaza dengan tujuan agar daerah kantong tersebut diserahkan kepada AS untuk dibangun kembali. Namun, seruan tersebut tentu ditolak keras oleh kelompok-kelompok Palestina, negara-negara Arab, dan sekutu-sekutu Barat.
Hamas pun setuju bulan lalu untuk menyerahkan 33 sandera Israel, termasuk wanita, anak-anak dan orang-orang yang sakit, terluka dan lanjut usia, sebagai imbalan atas ratusan tahanan dan narapidana Palestina, selama gencatan senjata selama enam minggu di mana pasukan Israel akan menarik diri dari beberapa posisinya di Gaza.
Gencatan senjata ini dimaksudkan untuk membuka jalan bagi negosiasi tahap kedua untuk mengembalikan para sandera yang tersisa dan menyelesaikan penarikan pasukan Israel sebelum perang berakhir dan pembangunan kembali Gaza. Saat ini sebagian besar Gaza berada dalam kehancuran, di mana masyarakat di sana menghadapi kekurangan makanan, air bersih, dan listrik.
Terbaru, BMS memberikan hadiah utama Grand Prize berupa 1 unit mobil listrik Hyundai Ioniq 5 kepada nasabah dalam Program Berkah Berlimpah Mega Syariah (BBM) Tahap Grand Prize.
Menurut Direktur Utama BMS Yuwono Waluyo, program BBM ini menunjukkan pertumbuhan positif pada volume pembiayaan konsumer dan pengguna kartu pembiayaan baru. Begitu pula dengan jumlah aset kelolaan produk wealth management.
“Alhamdulillah, produk konsumer Bank Mega Syariah menunjukkan pertumbuhan positif di 2024 dimana terdapat peningkatan volume pembiayaan konsumer sebesar 29,06% dari tahun 2023. Di sisi lain, jumlah pemegang kartu pembiayaan Syariah Card juga mengalami peningkatan sebesar 272% atau mencapai lebih dari 40.000 kartu di tahun 2024. Asset Under Management untuk produk wealth management juga turut meningkat sebesar 109% di tahun 2024,” ujar Yuwono dalam keterangan resminya, Jumat (14/2/2025).
Tidak hanya itu, program ini mendongkrak peningkatan loyalitas nasabah dimana pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) berkontribusi sebesar 23,32% dari total pertumbuhan DPK Bank Wide. Adapun pertumbuhan total DPK dari tahun 2023 ke 2024 adalah 2,83%.
Selain ditinjau dari aspek average balance dana CASA, program Berkah Berlimpah Mega Syariah ini juga memperhitungkan aspek penggunaan produk konsumer, kartu pembiayaan Syariah Card, dan produk wealth management oleh nasabah.
Adapun hingga 2024, Bank Mega Syariah mampu meningkatkan penyaluran pembiayaan secara keseluruhan hingga lebih dari 10% dibandingkan tahun 2023. Hal Ini membuat rasio FDR tetap berada dalam posisi yang sehat di angka 77,08%. Sementara dari sisi aset, Bank Mega Syariah mencatatkan peningkatan aset hingga 10,15% dari posisi 2023.
Yuwono menyampaikan bahwa Program BBM merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah individu yang telah mempercayakan Bank Mega Syariah sebagai mitra finansial mereka, baik yang baru bergabung maupun yang telah lama menjadi bagian dari keluarga besar Bank Mega Syariah, mulai dari nasabah tabungan, pembiayaan konsumer, Syariah Card hingga produk wealth management. Semua nasabah tersebut berkesempatan meraih poin poin berkah yang diundi setiap periodenya.
Selain pemenang Grand Prize, Bank Mega Syariah juga memberikan hadiah kepada puluhan nasabah lainnya, yang terdiri dari 6 voucher perjalanan umrah atau trip wisata, 7 voucher pembelian gadget, dan 70 keping logam mulia seberat 5 gram.
Proses penentuan pemenang disaksikan dan disahkan oleh pejabat Bank Mega Syariah bersama pejabat berwenang dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan notaris. Daftar para pemenang program BBM tahap keempat juga dapat dilihat di Instagram Bank Mega Syariah @bankmegasyariah atau situs web resmi Bank Mega Syariah www.megasyariah.co.id.
Laskar AI menggabungkan pelatihan intensif dalam machine learning dan data science sebagai dasar pengembangan AI.
Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis secara mandiri tapi juga dibekali materi soft skills untuk mendukung kesiapan berkarya di dunia kerja.
President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena mengatakan, Laskar AI bertujuan mencetak AI Engineer yang siap terjun ke berbagai sektor industri dengan standar kompetensi global.
Bayu mengungkap, program ini mendapat antusias hingga 13.588 pendaftar dari seluruh Indonesia, baik dari kalangan mahasiswa, dosen, maupun profesional. Dari belasan ribu pendaftar dipilih 600 orang terpilih untuk mengikuti program ini.
Adapun komposisinya sebanyak 500 orang terdiri dari mahasiswa dan lulusan baru, dan 100 orang terdiri dari profesional.
“Sebagian besar mahasiswa, tapi yang 100 itu sudah ada di dunia kerja, termasuk juga dosen dan profesional di multiindustri, memang sebagian besar masih di tech,” ujar Bayu saat Kick Off Laskar AI di Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Lintasarta memastikan bahwa Laskar AI berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs) melalui Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dengan memberikan akses pelatihan AI dan meningkatkan literasi digital bagi talenta-talenta Tanah Air.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan, kolaborasi antara Lintasarta, Dicoding, Nvidia dan Universitas Padjadjaran ini sangat bermakna karena bisa berkontribusi meningkatkan digital talent khusus AI yang disiapkan untuk memecahkan masalah di masa depan.
“Khususnya di sektor strategic baik itu pertanian, peternakan, pertanian, finance, health, mudah-mudahan ini bisa memberikan kontribusi terhadap percepatan penyelesaian yang dihadapi sektor tersebut,” kata Boni.
Selama puluhan tahun, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara telah menjadi sumber energi utama dunia. Namun, konsekuensinya sangat besar: jutaan ton CO2 dilepaskan ke atmosfer, memperburuk perubahan iklim dan membahayakan kesehatan manusia. Polusi udara akibat pembakaran batu bara telah menyebabkan penyakit pernapasan, hujan asam, dan rusaknya ekosistem.
Muncul pertanyaan besar: jika kita ingin mengurangi ketergantungan pada batu bara, energi apa yang bisa menggantikannya? Apakah kita harus beralih ke energi berbasis nuklir yang memiliki stigma radioaktif? Ataukah ini hanya seperti menukar satu bahaya dengan bahaya lainnya?
Nuklir: Energi Bersih dengan Daya Tahan Tinggi Energi nuklir menawarkan solusi dengan karakteristik uniknya. Tidak seperti energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin yang bergantung pada cuaca, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) mampu beroperasi 24 jam tanpa henti tanpa bergantung pada pasokan energi eksternal (Cárdenas et al., 2023).
Hal ini membuat PLTN menjadi kandidat kuat untuk menggantikan PLTU. Energi nuklir termasuk dalam kategori baseload energy, yaitu sumber energi yang stabil dan berkelanjutan, berbeda dengan energi surya atau angin yang produksinya fluktuatif (Ibid). Stabilitas ini sangat penting untuk menjaga ketahanan energi global dan menghindari krisis listrik.
Selain itu, energi nuklir juga bebas emisi gas rumah kaca (GRK). Menurut International Atomic Energy Agency (2023), bahan bakar utama PLTN, yaitu uranium dan thorium, mampu menyediakan listrik secara kontinu tanpa menghasilkan CO2. Bahkan, di Amerika Serikat saja, energi nuklir telah mencegah lebih dari 440 juta ton metrik CO2 per tahun yang seharusnya dihasilkan oleh bahan bakar fosil (Nuclear Energy Institute, 2019).
Small Modular Reactor (SMR): Inovasi Nuklir yang Lebih Aman Dulu, banyak orang khawatir dengan dampak negatif nuklir, terutama risiko radiasi dan kecelakaan nuklir seperti Chernobyl. Namun, dengan kemajuan teknologi, tingkat keamanan PLTN semakin meningkat. Salah satu inovasi terbaru adalah Small Modular Reactor (SMR), reaktor nuklir berukuran lebih kecil dengan desain yang lebih aman (Vujić et al., 2012).
Keunggulan SMR dibandingkan reaktor konvensional antara lain sebagai berikut:
* Lebih kecil dan lebih aman, sehingga risiko radiasi lebih rendah. * Daya yang lebih kecil (< 300 MWe dibandingkan dengan > 1000 MWe pada reaktor besar), mengurangi dampak lingkungan jika terjadi kecelakaan. * Lebih sedikit bahan bakar nuklir yang digunakan, sehingga limbah radioaktif yang dihasilkan lebih kecil (Ibid).
Efisiensi Energi Nuklir: Lebih Hemat Lahan dan Minim Limbah Energi nuklir memiliki kepadatan energi yang sangat tinggi. Untuk menghasilkan listrik dalam jumlah besar, PLTN tidak memerlukan lahan seluas pembangkit listrik tenaga surya atau angin (U.S. Energy Information Administration, 2024). Ini berarti bahwa dampak ekologis PLTN jauh lebih kecil dibandingkan energi terbarukan lainnya.
Dari sisi keamanan dan kebersihan, nuklir juga termasuk energi paling aman di dunia. Berdasarkan data Our World in Data (2020) seperti terlihat pada GAMBAR I dan GAMBAR II, tingkat kematian akibat energi nuklir hanya 0,07 per TWh, jauh lebih rendah dibandingkan batubara atau minyak bumi (GAMBAR III).
Dari sudut pandang investasi, energi nuklir telah diakui dalam Sustainable Finance Taxonomy EU (2023), yang berarti pembiayaan global untuk proyek nuklir semakin terbuka. Hal ini memberikan peluang besar bagi negara-negara berkembang untuk mengembangkan energi nuklir sebagai sumber listrik utama mereka.
Tantangan dan Risiko Energi Nuklir Meski menawarkan banyak manfaat, energi nuklir tetap memiliki tantangan yang harus dikelola dengan baik. Beberapa risiko utama meliputi: • Potensi kecelakaan nuklir: Insiden seperti Chernobyl (1986) menjadi pengingat penting akan dampak buruk jika pengelolaan nuklir tidak dilakukan dengan ketat (U.S. Nuclear Regulatory Commission, n.d.).
• Resistensi publik: Banyak masyarakat masih skeptis terhadap keamanan PLTN, terutama dengan adanya fenomena Not In My Backyard (NIMBY), di mana mereka menolak pembangunan reaktor nuklir di dekat pemukiman mereka (Trajano & Caballero-Anthony, 2024).
• Implikasi geopolitik: Pengembangan energi nuklir bisa memicu ketegangan antarnegara, terutama terkait kekhawatiran penyalahgunaan nuklir untuk senjata (Ibid).
Kesimpulan: Nuklir, Solusi atau Masalah Baru? Energi nuklir menawarkan peluang besar bagi dunia untuk beralih dari energi berbasis fosil menuju energi bersih dan berkelanjutan. Dengan stabilitas daya, efisiensi tinggi, dan bebas emisi karbon, nuklir bisa menjadi solusi utama untuk menggantikan batu bara.
Namun, tantangan besar tetap ada, baik dari sisi teknis, sosial, maupun geopolitik. Oleh karena itu, dunia harus bergerak cepat untuk mengembangkan teknologi nuklir yang lebih aman, membangun kesadaran publik, serta memastikan kebijakan yang tepat dalam pemanfaatannya.
Apakah nuklir adalah jawaban bagi masa depan energi? Ataukah dunia harus mencari alternatif lain? Yang jelas, kita tidak bisa terus bergantung pada energi yang merusak bumi.
Terkait hal ini, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti pun buka suara. Ghufron meluruskan kegaduhan yang ada dengan menuturkan hingga saat kondisi keuangan BPJS Kesehatan masih dalam kondisi sehat.
Mengutip detikcom (11/2) ia membantah adanya anggapan BPJS Kesehatan gagal membayar rumah sakit yang bekerja sama dengan pihaknya. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja bersama DPR-RI Komisi IX.
“Saya tekankan di sini sampai 2025, BPJS tidak akan bangkrut dan tidak akan gagal bayar. Karena di medsos itu waduh bunyinya, gagal bayar, 3-6 bulan baru dibayar rumah sakit. Saya katakan tidak ada,” kata Ghufron di Gedung DPR-RI, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2025).
“Tolong sebutkan satu rumah sakit di mana, asal klaimnya beres, artinya itu tidak ada dispute, kalau dispute itu masih belum diputuskan, atau pending klaim, itu BPJS bayar tidak lebih dari 15 hari, kami jamin,” sambungnya.
Selain itu, ia juga menyinggung aset neto Dana Jaminan Sosial (DJS) yang dimiliki sebesar Rp 49 triliun. Ghufron menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan bisa dikatakan dalam kondisi sehat apabila mereka dapat membayar klaim minimal dalam jangka waktu satu setengah bulan.
Hal itu juga tertuang dalam PP No 53 Tahun 2018 bahwa BPJS dianggap sehat apabila dapat membayar klaim peserta dalam jangka waktu tertentu yaitu, satu setengah bulan sampai 6 bulan ke depan.
“Tahun 2025 BPJS Kesehatan sekarang ini adalah sehat, karena kita punya uang sekitar Rp 49,5 triliun itu aset netonya, atau dengan kata lain kita bisa membayar 3,4 bulan klaim,” paparnya.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan dirinya aktif berkomunikasi dengan Bank Indonesia membahas pembangunan tiga juta rumah.
“Saya juga sampaikan, Minggu lalu saya diskusi dengan BI bahas berbagai soal likuiditas dan pembiayaan perumahan,” ucap Maruarar pada Senin (10/2/2025).
Maruarar juga menyampaikan akan bertemu dengan Danantara untuk membahas dukungan dalam pembangunan tiga juta rumah.
Maruarar optimis pembangunan tiga juta rumah akan terus berjalan walaupun ada efisiensi anggaran. Dia mengatakan bahwa harus semakin dan kreatif mencari solusi di kondisi efisiensi anggaran.
Maruarar juga dijadwalkan akan berkomunikasi dengan BI dan Danantara mencari solusi pembiayaan tiga juta rumah.
“Kami akan bertemu besok dengan BI. Untuk bahas bagaimana peran serta BI, Danantara, dan Dirut perbankan untuk cari solusi pembiayaan akan seperti apa,” kata Maruarar.
Sebagaimana diketahui, AS mulanya mengumumkan penetapan tarif impor 10% ke Kanada, Meksiko, dan China. Namun kemudian Presiden AS Donald Trump menangguhkan kebijakan tersebut untuk Meksiko dan Kanada, tapi tidak untuk China.
China kemudian membalas dengan menerapkan tarif 15% untuk impor batu bara dan gas alam cair (LNG) dari AS. Kebijakan ini akan mulai berlaku besok, Senin (10/2/2025).
Lalu apa saja serangan Beijing kepada AS?
1. LNG & Batu Bara hingga Minyak & Peralatan Pertanian
Kementerian Keuangan China akan mengenakan tarif 15% atas impor gas alam cair (LNG) dan batu bara AS. Pungutan 10% juga diberikan atas minyak, peralatan pertanian, dan beberapa mobil.
Perlu diketahui, sekitar 5,4% dari impor LNG China berasal dari AS, dengan total 4,16 juta ton tahun lalu dan bernilai US$2,41 miliar. China membeli sekitar 10% dari ekspor LNG AS tahun lalu.
2. Pembatasan pada Rare Earth
Kementerian Perdagangan China dan Administrasi Umum Bea Cukai juga akan mulai mengenakan kontrol ekspor atas beberapa mineral dan logam tanah jarang (rare earth) yang penting bagi industri teknologi dan dan energi hijau AS. Ini terkait logam tungsten, telurium, bismut, indium, dan molibdenum serta produk-produk terkaitnya.
Kementerian Perdagangan China mengatakan tindakan ini dilakukan untuk “menjaga kepentingan keamanan nasional”.
Pembatasan ini diyakini berpotensi memukul AS lebih keras. Tungsten misalnya, digunakan dalam produksi berbagai hal seperti peluru artileri, pelat baja, dan alat pemotong karena kekerasannya yang ekstrem.
Sekitar 60% tungsten yang dikonsumsi AS digunakan untuk tungsten karbida, yang digunakan dalam konstruksi, pengerjaan logam, serta pengeboran minyak dan gas. China memproduksi sekitar 80% pasokan global pada tahun 2023.
Ini juga diyakini mengganggu ekspor Indium AS, yang penting dalam produksi layar ponsel dan TV. Termasuk telurium, bismut, serta molibdenum, yang penting untuk hal-hal seperti pengerjaan logam.
3. Penyelidikan ke Google hingga Calvin Klein
Regulator antimonopoli China juga mengumumkan penyelidikan terhadap Google milik Alphabet sambil memasukkan PVH Corp, perusahaan induk untuk berbagai merek termasuk Calvin Klein. Perusahaan bioteknologi Illumina juga masuk dalam daftar perusahaan potensial yang dapat menjadi sasaran sanksi.
4. Truk Listrik & Tesla
Truk listrik yang diimpor dari AS juga akan dikenakan tarif sebesar 10%. Ini diyakini berdampak pada Tesla, milik sekutu Trump, Elon Musk, yang telah mempromosikan truk listriknya di China.
Pada hari yang sama, data dari Bank Indonesia (BI) juga akan menjadi perhatian pelaku pasar yakni soal Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Januari 2025.
Sebelumnya Kepercayaan konsumen Indonesia naik menjadi 127,7 pada Desember 2024 dari 125,9 pada bulan sebelumnya, menandai angka tertinggi sejak April.
Semua enam sub-indeks mengalami peningkatan:
Kondisi ekonomi saat ini: naik 2,5 poin menjadi 116,0
Prospek ekonomi: naik 1,2 poin menjadi 139,5
Ketersediaan lapangan kerja: naik 0,8 poin menjadi 137,6
Ketersediaan lapangan kerja dibanding enam bulan lalu: naik 2,1 poin menjadi 112,2
Ekspektasi pendapatan saat ini: naik 2,0 poin menjadi 123,9
Ekspektasi pendapatan untuk enam bulan ke depan: naik 1,6 poin menjadi 143,3
Kemudian pada Rabu (12/02/2025), BI kembali merilis data Indeks Penjualan Ritel periode Desember 2024.
Sebagai informasi, pada November 2024, penjualan ritel di Indonesia tumbuh sebesar 0,9% (year-on-year/yoy), melambat dari kenaikan 1,5% pada bulan sebelumnya. Ini merupakan pertumbuhan terlemah sejak Januari, meskipun tetap mencatat ekspansi selama tujuh bulan berturut-turut dalam perdagangan ritel.
Selanjutnya pada malam harinya, data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS periode Januari 2025 akan menjadi perhatian pelaku pasar karena data ini akan berdampak pada kebijakan bank sentral AS (The Fed) dalam penentuan suku bunga acuan hingga indeks dolar AS (DXY) dan berujung pada pasar keuangan Tanah Air termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Untuk diketahui, inflasi tahunan di Amerika Serikat meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut, mencapai 2,9% pada Desember 2024, naik dari 2,7% di November, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Cerita ini bermula dari keberhasilan VOC menyulap Batavia (kini Jakarta) sebagai pusat ekonomi dan perdagangan, sehingga para menjadi daya tarik banyak orang Belanda untuk mengubah nasib. Biasanya para pemuda mengincar pekerjaan sebagai pegawai VOC sebab memberikan penghasilan tinggi dan kebanggaan tak terkira.
Meski begitu, mereka kemudian tertampar realita kehidupan di Batavia tak semudah dibayangkan. Persaingan ketat. Tangga kesuksesan sangat sulit untuk dinaiki. Meski sudah bekerja jenjang karier sulit digapai.
Pada akhirnya, tak sedikit para imigran dari Belanda hidup luntang-lantung alias nganggur di negeri orang. Mereka yang sudah kerja pun kariernya mentok.
Ketika para imigran pria sudah seperti ini ada satu cara tersisa agar bisa sukses, yakni melangsungkan pernikahan. Sejarawan Leonard Blusse dalam Strange Company: Chinese Settlers, Mestizo Women and Dutch in VOC Batavia (1986) menjelaskan, pernikahan terjadi dengan menargetkan para janda kaya di Batavia.
Sebagai catatan, para janda kaya mendapat harta melimpah dari warisan mendiang suami yang menjabat sebagai petinggi VOC. Warisan tersebut bukan hanya uang, tapi juga bisnis.
Semasa masih berstatus nyonya pegawai VOC, para perempuan memegang kendali bisnis sebab suaminya dilarang berbisnis atas nama pribadi. Dalam struktur kehidupan sosial masa VOC di Batavia, para janda juga dihormati dan dilindungi pemerintah bahkan diberi berbagai fasilitas oleh VOC.
Jean Gelman Taylor dalam The Social World of Batavia: Europeans and Eurasians in Colonial Indonesia (1983) menceritakan, para janda kerap mendapat tunjangan, budak gratis, diberi perhiasan mahal dan berbagai fasilitas menunjang gaya hidup mewah seperti akses penggunaan gratis villa milik VOC. Atas dasar ini, saat suaminya wafat, mereka memegang harta melimpah yang menjadi magnet bagi banyak pria.
Entah itu pria pengangguran atau pegawai yang kariernya mentok. Apalagi hukum VOC saat itu juga menyebut jika sang janda menikah lagi, maka suami baru berhak memiliki harta tersebut.
Tragisnya tak lama setelah suami masuk liang kubur, para janda sudah didekati oleh banyak pria. “Ketika nyonya ditinggal meninggal suami, mereka sudah menemukan kekasih pada minggu ke-4. Lalu, pada tiga bulan berikutnya mereka sudah menikah kembali,” tulis Leonard Blusse.
Singkatnya, dengan menikahi janda para pria berharap mendapat kunci masuk pembuka pintu kesuksesan. Jika berhasil menikah, maka pria sudah pasti dapat tempat terhormat dan limpahan kekayaan.
David van Lennep dan Cornelia van Nijenroode
Salah satu pria yang sukses menunaikan ambisi tersebut adalah David van Lennep. David adalah pegawai pengadilan yang sudah lama tinggal di Batavia.
Namun, kariernya mentok dan hidup dalam jeratan utang. Maka, sebagai solusi, dia memilih menikahi janda kaya dan berhasil mengalami perubahan hidup, menjadi lebih terhormat dan kaya raya.
Meski begitu, ada pula janda kaya yang bernasib apes. Namanya, Cornelia van Nijenroode. Pada 1675, dia menikahi John Bitter yang berprofesi sebagai pengacara.
Namun, pernikahan tersebut malah menjadi penyesalan Cornelia. Sebab, suami barunya malah mengambilalih semua harta warisan yang dimiliki Cornelia.
Ternyata, pernikahan hanya menjadi sarana Bitter memoroti harta Cornelia. Akibatnya, hidup Cornelia berakhir menderita. Sementara Bitter sukses kaya raya dari merebut harta istri barunya.
Perusahaan Terbesar Dunia yang Bangkrut
Sebagai wawasan, VOC merupakan perusahaan dagang yang didirikan Kerajaan Belanda sebagai alat mengeksploitasi bumi Indonesia. Mereka dengan mudah mengeruk kekayaan rempah di Tanah Air untuk dijual tinggi di Eropa.
Para pegawai VOC mayoritas berasal dari kelompok miskin. Mereka bergabung ke VOC sembari berharap bakal kaya raya. Sayang, harapan itu gagal terwujud karena dihadapkan gaji kecil. Alhasil, mereka melakukan aksi korupsi guna mencapai harapan. Atas dasar ini, banyak para pegawai VOC yang kaya raya, padahal gajinya kecil.
Praktis, semua perbuatan tak terpuji membuat kas perusahaan makin menipis. Belum lagi, VOC juga harus menghadapi persaingan dagang ketat dengan perusahaan asing lain. Alhasil, perusahaan terus keluar uang, sementara pemasukan tak ada. Investor pun tak mau lagi menaruh uangnya di VOC.
Pada titik ini, VOC mengatasi masalah lewat pinjaman. Namun, akibat tata kelola keuangan terlanjur buruk, pinjaman tak mengatasi masalah. Perusahaan terus mengalami kemunduran. Sampai akhirnya, puncaknya terjadi di malam hari jelang pergantian tahun tanggal 31 Desember 1799.
Hari itu, Kerajaan Belanda resmi memutus VOC sebagai perusahaan bangkrut dan harus dibubarkan. Maka, berakhir sudah eksistensi VOC setelah 200 tahun berdiri. Setelahnya, seluruh aset dan utang perusahaan diambil alih pemerintah Belanda.
Sebagai gantinya, pemerintah mendirikan negara jajahan baru bernama Hindia Belanda di tanah bekas penguasaan VOC. Kelak, orang-orang Belanda mengubah sebutan VOC, bukan lagi Vereenigde Oostindische Compagnie, tapi Vergaan Onder Corruptie (Runtuh Akibat Korupsi). Belakangan, praktik pegawai VOC ini menjadi bibit awal jejak korupsi di Indonesia.