Labubu Klaim Kebal Tarif Impor Donald Trump, Emang Bisa?

Boneka Labubu. (Instagram/popmartid)

Labubu diganderungi mulai dari gen Z hingga mereka yang berusia lebih tua. Namun kini boneka monster itu harus menghadapi tarif impor Amerika Serikat (AS) hingga perang dagang dengan China.

Fenomena Labubu yang cepat meroket membantu bisnis toko penjualannya, Pop Mart. Pendapatannya pada 2024 mencapai 13,04 miliar yuan (Rp 29,8 triliun), 3 miliar yuan (Rp 6,8 triliun) berasal dari penjualan Labubu sendiri.

Penjualan luar biasa itu bukan hanya terjadi di China, namun juga banyak negara lain termasuk Amerika Serikat (AS). Antrean panjang terlihat di toko-toko offline Pop Mart di banyak negara.

Pendapatan di luar China tercatat 5,07 miliar yuan (Rp 11,5 triliun) atau bertambah 375,2% pada 2024. Bahkan di AS, Citigroup memperkirakan Pop Mart bertumbuh hingga 900%.

Pop Mart bukan hanya menjual Labubu. Puluhan boneka-boneka kecil juga dijual dari Baby Molly, Crybaby, Dimoo, hingga Pucky.

Inovasi kotak misteri juga ternyata diterima baik oleh publik. Bahkan ada yang membandingkan kegembiraan membukanya dengan berjudi.

“Hal itu membuat keinginan mengoleksi barang dan terus membelinya,” kata profesor bahasa Inggris Princeton University, Anne Cheng, dikutip dari CNN Internasional, Sabtu (17/5/2025).

Klaim Pop Mart soal kebal tarif impor AS

Namun fenomena kejayaan Labubu nampaknya akan terdampak dengan tarif impor yang diumumkan presiden AS Donald Trump. Pop Mart merupakan perusahaan asal China, negara yang terlibat perang harga dengan AS terkait tarif tersebut.

China dan AS menerapkan tarif 145% dan 125% pada masing-masing negara setelah Trump menetapkan tarif. Namun kini kedua negara melakukan gencatan senjata dan menurunkan 30% untuk China dan AS dibebankan 10%.

Pop Mart menyatakan akan menanggung kebijakan tarif. Termasuk memastikan tidak akan ada tambahan biaya dari pembelian boneka.

“Pelanggan tidak akan diminta untuk membayar biaya bea cukai tambahan,” demikian tulis Pop Mart di halaman FAQ-nya.

Namun CNN Internasional mencatat Labubu berwarna pastel dan diwarnai tie-dye mengalami kenaikan harga US$6 menjadi US$27,99.

Belum ada tanggapan soal rencana biaya tarif yang diberlakukan pemerintah.

Cak Imin – Budi Arie Jadi Wakil Prabowo Hadiri Pelantikan Paus

Paus Leo XIV saat menghadiri udiensi dengan perwakilan media di aula Paulus VI, Vatikan, Senin (12/5/2025). (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)

Presiden Prabowo Subianto mengutus perwakilannya untuk menghadiri pelantikan pemimpin umat Katolik sedunia Paus Leo XIV di Vatikan, yaitu Menteri Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.

Pelantikan Paus Leo XIV akan digelar pada Minggu, (18/5/2025). Acara itu dilaksanakan dalam misa yang juga dihadiri pemimpin dunia.

“Ya sesuai mandat dari Presiden Prabowo, saya diminta memimpin beberapa utusan khusus untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan,” kata Cak Imin, dalam keterangan, di Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku akan bertolak menuju Vatikan bersama rombongan pada Sabtu dini hari nanti.

Cak Imin mengungkapkan ini merupakan bentuk nyata penghormatan presiden kepada Paus Leo XIV dan Vatikan sebagai sahabat Indonesia. Sehingga diharapkan makin memperkuat hubungan antara Indonesia san Vatikan.

Tak hanya Cak Imin, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi juga mengungkapkan diminta untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan

“Betul saya sudah dihubungi Sekretariat Presiden untuk berangkat ke Vatikan dini hari ini. Rencananya sampai di Roma besok pagi jam 7.00 waktu setempat,” kata Budi Arie.

Naik 8,55% Jelang Akhir Pekan, Analis Patok Saham BUMI Segini!

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/3/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Saham emiten pertambangan batu bara milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil mencatatkan kinerja positif. Saham BUMI berhasil berada di level Rp 127 per saham atau menguat sebesar 8,55% pada penutupan perdagangan Kamis (15/5/2025).

Pada awal perdagangan hari ini, saham BUMI dibuka di level Rp 119 per saham dan sempat mencapai level tertingginya yakni Rp 128 per saham. Saham emiten tersebut juga sempat menyentuh level terendah pada hari ini yakni Rp 117 per saham.

Saham BUMI bertahan di zona hijau dengan volume saham yang ditransaksikan sebanyak 4,26 miliar saham serta nilai transaksi mencapai Rp 520,71 miliar. Saham BUMI turut membukukan frekuensi transaksi jual-beli saham sebanyak 36.970 kali pada hari ini.

Investment Analyst Edvisor Provina Visindo, Indy Naila menuturkan, saham BUMI dibayangi oleh beberapa sentimen. Mulai dari regulasi pemerintah terkait penyesuaian harga hingga ekspor dan produksi batu bara.

“Sentimen yang mempengaruhi datang juga dari regulasi pemerintah terkait penyesuaian harga, ekspor dan produksi batu bara. Selain itu juga masih berfluktuasinya harga batu bara membayangi kinerja BUMI,” ujar Indy saat dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (15/5/2025).

Indy pun merekomendasikan spekulatif buy saham BUMI dengan target Rp 175 per saham. Artinya, saham emiten yang satu ini patut diperhitungkan oleh para investor.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai, prospek kinerja BUMI tergolong masih cerah apabila mampu mencapai target produksi batu bara. Ini mengingat, kinerja pendapatan BUMI relatif masih tergolong stabil.

“Jadi sejauh mana BUMI ini bisa mampu meningkatkan kapasitas juga kapasitas produksi batu bara. Sekaligus juga BUMI ini juga harus memanfaatkan serta memaksimalkan efisiensi bisnis yang mereka kelola,” kata Nafan.

Pada akhirnya, prinsip good corporate governance (GCG) itu perlu dioptimalkan oleh BUMI. Langkah ini harus diprioritaskan agar BUMI bisa mengimplementasikan aspek keberlanjutan bisnis secara maksimal ke depannya.

“Karena memang saya akui selama dinamika global uncertainties remain, misalnya karena seputar trade tariff dynamics yang terjadi, misalnya, ya tentunya ya permintaan akan komoditas ya memang relatifnya underwhelming. Itu memang merupakan suatu hal yang wajar. Seperti itu, jadi memang harus penekanan seperti yang saya sebutkan tadi,” jelasnya.

Nafan berharap, jika tidak ada sentimen perang dagang lagi, maka ada peluang permintaan komoditas batu bara mengalami peningkatan. Apalagi, saat sentimen perang dagang mulai mereda, sehingga peluang untuk pemulihan ekonomi bisa terbuka lebar.

Mengacu pada hal tersebut, Nafan pun merekomendasikan akumulatif buy untuk saham BUMI dengan target harga di rentang Rp 110-176 per saham.

Negosiasi Nuklir dengan AS Mulai Buntu, Iran Sudah di Mode Perang

Iran memamerkan drone, rudal, dan tentara pada upacara parade Hari Tentara Nasional di Teheran, Iran, (17/4/2024) waktu setempat. (via REUTERS/Majid Asgaripour)

Di tengah meningkatnya ketegangan regional dan negosiasi nuklir yang berjalan alot, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, menyatakan bahwa kekuatan militer Republik Islam Iran berada pada “puncak kesiapan tempur dan intelijen”. Ia juga memperingatkan bahwa meskipun musuh mungkin memulai konflik, Iran yang akan menentukan bagaimana dan di mana konflik itu akan berakhir.

“Nasihat kami kepada musuh-musuh yang kadang mengancam pemerintahan ini adalah: Anda mungkin memulai konflik dengan Republik Islam karena salah kalkulasi, tapi akhir, cara, waktu, lokasi, dan perkembangan di medan tempur tidak akan berada dalam kendali Anda. Republik Islam Iran-lah yang akan menentukannya,” tuturnya.

Pernyataan ini dilaporkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, menyusul selesainya putaran keempat negosiasi nuklir yang menegangkan antara Iran dan Amerika Serikat di Oman pada Minggu lalu. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan mengambil tindakan militer jika kesepakatan nuklir tidak segera tercapai.

“Jika musuh melakukan kesalahan atau berniat menyerang pemerintahan dan wilayah suci Republik Islam Iran, angkatan bersenjata kami memiliki kemampuan dan kesiapan penuh untuk menghadapi mereka,” tegas Baqeri, sebagaimana dilaporkan IRNA dan dikutip Newsweek, Rabu (14/5/2025).

Menurut IRNA, kesiapan Iran mencakup pengumpulan intelijen, perencanaan operasional, dan kemampuan menjalankan berbagai skenario konflik yang mungkin terjadi.

Pernyataan ini dikeluarkan saat tekanan internasional meningkat terhadap program nuklir Iran, yang saat ini masih memperkaya uranium hingga 60%, jauh di atas batas yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) yang ditinggalkan oleh Trump pada 2018.

Di sisi lain, Israel telah mengancam akan melancarkan serangan jika Iran mendekati kemampuan senjata nuklir. Sementara itu, Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di pangkalan Diego Garcia, yang berada dalam jangkauan operasional terhadap Iran.

Trump Desak Denuklirisasi Total

AS terus menekan Iran untuk menghentikan pengayaan uranium sepenuhnya dan membongkar sentrifugal serta bahan mentah yang dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir. Trump menginginkan agar Iran secara sukarela menyerahkan programnya.

Namun, Teheran tetap bersikukuh bahwa mereka tidak berusaha membuat senjata nuklir, melainkan mempertahankan hak energi nuklir sipil.

Utusan Presiden AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dalam wawancara dengan Breitbart mengatakan Iran tidak memiliki banyak pilihan terkait negosiasi tersebut.

“Mereka mungkin mencoba memanipulasi saya. Tapi saya tidak berpikir mereka akan berhasil. Jika Iran berpikir bisa mengulur waktu di meja perundingan, mereka tidak akan banyak berhadapan dengan saya, dan seperti yang Presiden katakan, alternatifnya akan menjadi sangat buruk bagi mereka,” ujarnya.

Adapun putaran terbaru perundingan di Oman menjadi upaya diplomatik lanjutan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015. Namun, jalur menuju kompromi tampak semakin terjal di tengah nada ancaman dari kedua pihak.

Sementara Teheran menolak segala bentuk tekanan eksternal, Washington terus mengancam bahwa “opsi militer tetap ada di meja”.

Perlu dicatat, kesepakatan 2015, yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), dicapai setelah bertahun-tahun diplomasi, namun runtuh ketika Trump menarik AS keluar dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang berat terhadap Iran.

https://id.pinterest.com/vetypermatasari/
https://id.pinterest.com/RubitotoVip/
https://id.pinterest.com/TamuwinVip/
https://id.pinterest.com/Map4dVip/
https://id.pinterest.com/Bina4dVip/
https://www.deviantart.com/map4dvip
https://www.deviantart.com/tamuwinvip
https://www.deviantart.com/rubitotovip
https://www.deviantart.com/bina4dvip

Pengusaha Kritik Keras Rencana Hapus Batas Usia Pelamar Kerja

Pencari kerja mencari informasi lowongan pekerja dalam acara Indonesia Career Expo di Grand ITC Permata Hijau, Jakarta, Selasa (8/10/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Rencana pemerintah untuk menghapus batasan usia di lowongan kerja tak mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha.

Alih-alih menghapus batasan usia di lowongan kerja, pengusaha menilai pemerintah sebaiknya fokus membuat regulasi yang membuat penciptaan lapangan kerja makin berkembang.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam menekankan, batasan usia yang dibuat kalangan pengusaha sebetulnya untuk menyikapi bidang-bidang kerja yang membutuhkan kesehatan fisik.

“Mengenai pembatasan usia memang ada bidang-bidang pekerjaan yang berkaitan dengan kesehatan fisik dan kesigapannya,” kata Bob dalam acara Media Briefing Apindo di Jakarta, Selasa (13/5/2025).

Selain itu, Bob menegaskan, penerapan batasan usia juga sebagai upaya pengusaha untuk mengurangi cost seleksi lowongan kerja, bukan bentuk diskriminasi.

“Misalnya lowongannya 10 itu yang datang 1.000. Jadi apa seribu-seribunya harus ditesin? itu kan biaya juga. Akhirnya perusahaan mensyaratkan usia sebagai screening,” ucap Bob.

Penerapan batasan usia dalam lowongan kerja selama ini pun ia tekankan menunjukkan besarnya pasokan tenaga kerja di Indonesia, ketimbang lowongan kerjanya itu sendiri.

Oleh sebab itu, ia menekankan, lowongan kerja di Indonesia masalahnya bukan soal persyaratan melainkan perluasan penciptaan lapangan kerjanya.

“Jadi persoalannya bukan soal pembatasan usia tapi lowongan pekerjaannya yang harus diperbanyak gitu. Kalau di Malaysia kan justru yang pencari kerjaan yang menginterview kita gitu. Mau beri gaji berapa? gaji itu gak cocok. Jadi memang sekali lagi memang lowongan pekerjaannya yang harus diperbesar sebenarnya,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Kemnaker Darmawansyah menegaskan, untuk menghapus diskriminasi usia dalam lowongan kerja (loker) di Indonesia, pemerintah akan melakukan dua proses.

Dilansir dari CNN Indonesia, Darmawansyah mengatakan, upaya pertama, Kemnaker bakal merevisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Darmawansyah menegaskan, Kemnaker sedang dalam tahap melakukan kajian untuk merealisasikan hal tersebut.

Sedangkan proses kedua adalah pembuatan aturan turunan oleh Kemnaker. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil undang-undang baru pengganti UU Nomor 13 Tahun 2003.

AS-China Tunda Perang Tarif, Saham Teknologi Global Menghijau

Wallstreet

Saham perusahaan teknologi dan produsen semikonduktor global kompak menguat pada hari Senin (12/5/2025) setelah AS dan China sepakat untuk menghentikan sebagian besar tarif resiprokal atas barang masing-masing.

Saham teknologi – seperti produsen semikonduktor (chip) dan ponsel pintar – telah terpukul keras karena ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia ini mengganggu rantai pasokan dan merugikan beberapa bisnis terbesar AS.

Namun, dikutip dari CNBC Int’l, investor akhirnya bisa menghela napas lega setelah pembicaraan antara AS dan China selama akhir pekan menghasilkan penghentian sementara menyoal tarif “timbal balik”.

Di bursa AS, saham Nvidia, yang masih menghadapi sejumlah pembatasan atas chip yang diizinkan untuk dikirim ke China, tercatat naik sekitar 4% dalam perdagangan prapasar. Sementara itu, saham AMD naik 5%. Broadcom juga naik sekitar 5%, bersama dengan Qualcomm.

Perusahaan lain dalam rantai pasokan semikonduktor juga melonjak. Marvell, yang minggu lalu menunda pertemuan investor, melonjak 7,5% dalam perdagangan prapasar. Taiwan Semiconductor Manufacturing Co., produsen chip terbesar di dunia, melihat sahamnya yang terdaftar di AS melonjak sekitar 4% di pasar pra-pasar. Saham TSMC yang terdaftar di Taiwan ditutup sebelum pengumuman tarif.

Lebih lanjut, di bursa Eropa, saham pemasok mesin penting yang dibutuhkan untuk memproduksi chip paling canggih ASML melonjak 4,5% di awal perdagangan. Infineon juga naik tajam.

AS mengisyaratkan penangguhan tarif bea masuk untuk semikonduktor dan barang elektronik untuk sementara waktu dan produk-produk ini masih dapat dikenakan bea masuk khusus.

Investor khawatir tentang dampaknya pada saham teknologi utama, terutama yang memiliki eksposur ke China seperti Apple dan Amazon, yang sahamnya telah tertekan tahun ini.

Apple, yang masih memproduksi 90% iPhone-nya di China, mengatakan selama laporan pendapatannya bulan ini bahwa mereka memperkirakan tarif akan menambah $900 juta pada biayanya untuk kuartal saat ini. Saham Apple naik lebih dari 6%. Amazon naik lebih dari 8% dalam perdagangan pra-pasar hari Senin. Banyak penjual di Amazon mengandalkan produk-produk China.

Saham teknologi China yang terdaftar di AS juga melonjak. Raksasa e-commerce China, Alibaba dan JD.com, naik, bersama dengan perusahaan internet Baidu.

“Dengan AS/China yang jelas berada di jalur yang dipercepat untuk kesepakatan yang lebih luas, kami yakin titik tertinggi baru untuk pasar dan saham teknologi sekarang ada di atas meja pada tahun 2025 karena investor kemungkinan akan fokus pada langkah selanjutnya dalam diskusi perdagangan ini yang akan terjadi selama beberapa bulan mendatang,” kata Daniel Ives, kepala penelitian teknologi global di Wedbush Securities, dalam sebuah catatan pada hari Senin.

“Pagi ini adalah kemenangan besar bagi para investor dan skenario kasus terbaik pasca akhir pekan ini menurut pandangan kami,” tegasnya.

Slot Deposit Qris 10k

Cuaca Normal, Bumi Resources (BUMI) Optimis Target Produksi Tercapai

Foto udara menujukkan sejumlah perahu tongkang batu bara melintas di Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (24/7/2024). Sungai Mahakam berfungsi sebagai jalur pengangkutan batu bara. Setiap hari di sungai ini dipadati tongkang yang membawa muatan batu bara. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tetap optimis produksi batu bara perusahaan tetap kuat di tengah kekhawatiran cuaca yang memburuk. Seperti diketahui, kondisi cuaca yang buruk memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap permintaan dan harga batu bara.

VP Investor Relations & Chief Economist PT BUMI Resources, Achmad Reza Widjaja menyatakan, pihaknya tetap menargetkan dapat memproduksi batu bara sekitar 78-80 juta ton pada 2025. Target tersebut diyakini bisa tercapai selama kondisi cuaca di area pertambangan BUMI tetap normal.

“Harapan produksi meningkat dengan asumsi cuaca cukup bersahabat dan harga global stabil. Target produksi tahun ini tetap di kisaran 78-80 juta,” ujar dia saat dihubungi CNBC Indonesia, ditulis Kamis (8/5/2025).

Dia menambahkan, cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam kelangsungan produksi batu bara BUMI. Apabila gangguan cuaca terjadi secara terus-menerus selama setahun, maka produksi batu bara juga menjadi kurang optimal.

“Kalau cuaca terus menerus jadi gangguan selama setahun, kita ngga bisa ganggu. Fleet dari kontraktor juga enggak bisa bekerja ekstra, karena keterbatasan jumlahnya. Biasanya volume produksi akan drop,” tutur dia.

Sebagaimana diketahui, produksi baru bara BUMI tercatat sebanyak 17,2 juta ton pada kuartal I-2025 atau turun 12% Year on Year (YoY) dibandingkan realisasi produksi kuartal I-2024 sebanyak 19,5 juta ton. Volume penjualan batu bara BUMI juga turun 9% YoY dari 18,4 juta ton pada kuartal I-2024 menjadi 16,7 juta ton pada kuartal I-2025.

kas138

Google Makin Ditinggal, Ramai-ramai Pindah ke Penggantinya

REFILE - CLARIFYING CAPTION Silhouettes of mobile users are seen next to a screen projection of Google logo in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic

Kejayaan Google sebagai penguasa mesin pencari mulai runtuh. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) dan media sosial era baru seperti TikTok menjadi alternatif netizen untuk mencari rekomendasi, tutorial, hingga informasi mendalam terkait suatu topik.

Selain itu, tekanan bertubi-tubi dari Uni Eropa dan AS terkait monopoli Google juga menambah tantangan bagi raksasa Mountain View tersebut.

Terbaru, Apple berencana memasukkan pencarian berbasis AI ke browser Safari mulai tahun depan, sebagai alternatif pencarian default menggunakan Google.

Hal ini diungkapkan wakil presiden senior layanan Apple, Eddy Cue dalam persidangan antimonopoli Google. Cue bersaksi untuk pembayaran sebesar US$20 miliar dari Google ke Apple untuk membuat Search sebagai layanan mesin pencari default di Safari.

Dikutip dari The Verge, Kamis (8/5/2025), sejumlah penyedia layanan pencari AI telah berdiskusi dengan Apple, yakni Perplexity, OpenAI dan Anthropic.

“Sampai sekarang, fitur itu belum cukup baik,” kata Cue.

Menurut Cue, pengembangan AI generatif masih dalam tahap awal. Perjanjian dengan sejumlah perusahaan dilakukan Apple untuk memastikan memiliki opsi lain untuk penyedia layanan.

Apple diketahui ikut serta dalam perkembangan teknologi AI. Salah satunya mengintegrasikan Siri dengan ChatGPT.

Selain itu, rencananya Gemini milik Google juga akan hadir di iPhone. CEO Sundar Pichai mengonfirmasi Google kian dekat dengan kesepakatan tersebut.

Cue menambahkan pencarian di Safari mengalami penurunannya bulan lalu. Fenomena itu diklaimnya terjadi baru pertama kali dalam 22 tahun.

Gen Z Tinggalkan Google Pindah ke Penggantinya

Terpisah, laporan The Verge berkolaborasi dengan tim Research dan Insights dari Vox Media serta Two Cents Insights, mengungkap adanya perubahan tren dalam cara netizen mencari informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk AI.

Laporan tersebut menyimpulkan, kekuatan kini mulai beralih kembali ke tangan pengguna. Masyarakat makin mengutamakan komunitas yang memiliki nilai dan kredibilitas tinggi dalam menyerap informasi yang dapat dipercaya.

“Teknologi warisan seperti Google dan platform sosial lainnya mulai kehilangan kepercayaan masyarakat. Banyak orang yang beralih ke chatbot AI dan komunitas kecil, serta platform semacam TikTok,” kata laporan The Verge.

Kesimpulan yang didapat The Verge dan mitranya dihasilkan dari survey 2.000 pengguna internet di Amerika Serikat. Secara angka, 42% mengatakan mesin pencari seperti Google makin tak berguna.

Sebanyak 66% mengatakan kualitas informasi di internet kian buruk dan sulit mencari sumber informasi yang bisa diandalkan. Sebanyak 55% memilih bertumpu pada komunitas mereka untuk mencari informasi terbaru, lebih dari platform pencarian seperti Google.

Sementara itu, 52% telah beralih ke chatbot AI dan platform alternatif seperti TikTok untuk mencari informasi, ketimbang mengandalkan Google.

Menurunnya tingkat kepercayaan pengguna internet terhadap Google tidak datang dari ruang hampa. Sebanyak 76% responden mengatakan lebih dari seperempat hasil pencarian mereka di Google ketika hendak belanja online menunjukkan konten bersponsor atau sengaja dipromosikan secara berbayar.

Hanya 14% dari konten bersponsor tersebut yang dinilai benar-benar membantu pengalaman pencarian pengguna.

Sebanyak 61% Gen Z dan 53% milenial mengatakan mereka menggunakan tool AI untuk menggantikan Google dalam mencari informasi terkait topik yang spesifik.

Saat ini, sudah banyak tool AI yang beredar di pasaran dan bisa dijadikan alternatif pengganti mesin pencari Google. Selain Perplexity dan OpenAI yang populer, ada juga mesin pencari AI yang relatif belum banyak terdengar. Misalnya iAsk.Ai, Komo AI, Brave Search, Andi Search, hingga You.com.

kas138

Usulan DPR Genjot Setoran APBN: Kasino-Lapas Berbayar

A man plays craps at the reopening of the Bellagio hotel and casino Thursday, June 4, 2020, in Las Vegas. Casinos in Nevada were allowed to reopen on Thursday for the first time after temporary closures as a precaution against the coronavirus. (AP Photo/John Locher)

Para anggota dewan di Komisi XI DPR mengusulkan sejumlah objek baru penerimaan negara bukan pajak atau PNBP, mengingat setoran PNBP yang masuk ke kas negara kini komponennya makin minim, seperti dividen BUMN yang mulai masuk ke Danantara.

Usulan-usulan objek baru PNBP ini dari yang berbentuk jasa atau layanan di sektor pariwisata hingga ke sumber daya alam baru non minyak dan gas bumi.

Salah satu usulan yang mengemuka ialah supaya pemerintah memungut tarif dari pembukaan layanan kasino, sebagaimana yang dilakukan di Uni Emirat Arab (UEA). Usulan ini disampaikan Anggota Komisi XI dari Fraksi Golkar Galih Kartasasmita.

“Mohon maaf nih, saya bukannya mau apa-apa, tapi UEA kemarin udah mau jalanin kasino, coba negara arab jalainim kasino, mereka kan out of the box K/L lainnya,” kata Ganjar saat rapat kerja dengan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan di Komisi XI DPR, Kamis (8/5/2025).

Galih berpendapatan, UEA memiliki kemiripan dengan Indonesia karena sama-sama bergantung dengan sektor sumber daya alam (SDA) untuk setoran PNBP nya. Namun, karena sudah menyadari bahwa SDA sangat berfluktuasi dan berisiko bagi fiskalnya, layanan di sektor non SDA menjadi digenjot untuk memperoleh PNBP.

“Mereka sudah slide dari SDA ke jasa, khususnya jasa sosial dari pariwisata dan pemasukan lainnya lah,” ucap Ganjar.

Usulan objek PNBP lainnya disampaikan oleh Anggota Komisi XI dari Fraksi Demokrat, Fathi. Ia mengusulkan supaya objek PNBP seperti properti, lahan, hingga plat nomor dinaikkan tarifnya.

“Terkait plat nomor istimewa dibuat mahal saja, kalau ada plat nomor istimewa Rp 100 juta 1 tahun berani saja, makanya dibuat aturan yang benar,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan supaya tilang elektronik semakin diperluas dengan investasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di seluruh wilayah Indonesia.

“Ini tilang kan masuk ke PNBP. Kalau se-Indonesia dipasang alat mungkin investasi awal lebih mahal tapi kan dia bisa generate income yang jujur,” ungkap Fathi.

Fathi juga mengingatkan adanya potensi setoran PNBP yang maksimal bila layanan di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas dibuat berbayar secara premium.

“Ekstensifikasi kalau bisa dipikirkan lembaga pemasyarakatan kan banyak yang mungkin bisa mampu bayar. Kalau dibikin lebih bagus bisa jadi pendapatan juga. Ini ide saja, gagasan,” tegasnya.

Usulan terakhir terkait objek PNBP yang bisa dioptimalkan disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Dolfie. Ia menyarankan supaya pemerintah lebih cermat dalam menentukan tarif pengelolaan sedimentasi di laut.

“Karena Kemenkeu menentukan jenis dan tarifnya, apakah Kemenkeu enggak tau sedimentasi laut itu mineral, karena kan beda lumpur dan mineral tarifnya kan pasir itu mineral, sehingga tarifnya kok jadi lumpur misalnya,” ungkap Dolfie.

“Nah ini peranan Kemenkeu dalam hal ini bagaimana itu ini perlu dipertajam ke depan karena kan tugasnya untuk mengembangkan kekayaan negara bermanfaat sebesarnya-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” ucapnya.

kas138

Pertumbuhan Ekonomi RI Tak Sampai 5%, Bos Asuransi Bilang Gini

Prudential Tower (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mengungkapkan dampak pertumbuhan ekonomi RI tidak sampai 5% pada tiga bulan pertama tahun ini.

Presiden Direktur Prudential Indonesia Tony Benitez mengatakan bahwa penting untuk melihat bahwa gejolak geopolitik dan ekonomi global tidak hanya menimpa Indonesia, tapi juga seluruh dunia. Ia memandang dampak perang tarif yang dipicu Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump belum berdampak besar bagi Indonesia.

“Dari perspektif saya, kita sudah menangkal badai itu sangat sangat baik, dan sebagian karena seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kontrol apa yang bisa kita pengaruhi, dan apa yang tidak,” pungkas Benitez selepas paparan kinerja tahun 2024 Prudential Insurance di Habitate, Kamis (8/5/2025).

Dalam kondisi yang penuh gejolak ini, Prudential berupaya untuk lebih efisien terhadap berbagai biaya dan beban. Di sisi lain, Benitez mengatakan pihaknya juga mengembangkan produk dan jasa yang memenuhi kebutuhan nasabah terhadap berbagai segmen.

Dampak keadaan ini terhadap premi Prudential Insurance juga disebut tidak besar. Benitez mengungkapkan premi bisnis baru bertumbuh 17% secara year to date (ytd) hingga April.

Produk asuransi unit link Prudential juga disebut tidak terdampak. Sebab portofolio investasi perusahaan tidak banyak terkena eksposur perusahaan-perusahaan AS.

“Kebanyakan funds kita tidak terlalu terekspos terhadap perusahaan-perusahaan AS. Misalnya, perusahaan-perusahaan farmasi yang memiliki eksposur terhadap polis. Jadi, kita melihat dengan manajemen funds kita dan kita sudah mengetahui bahwa eksposurnya sedikit. Jadi, dampaknya minimal,” ujar Direktur Prudential Adit Trivedi pada kesempatan yang sama.

Benitez menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan berbagai sosialisasi agar para pemegang polis memahami dampak kondisi saat ini terhadap produk unit link. Di samping itu, Prudential Insurance juga mengedukasi para agen asuransinya, serta berkoordinasi dengan para pengelola investasi.

“Dan poin terakhir, jika kita melihat dari surrender atau penarikan premi, [ukurannya] kecil. Jadi, tidak ada dampak terhadap penarikan premi,” ungkap Benitez.

Trevedi mengungkapkan bahwa meskipun Prudential sendiri lebih menyukai investasi pada instrumen fixed income, kenyataannya mayoritas nasabah (sekitar 55%) memilih untuk menempatkan dana mereka di instrumen saham (equities), yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi, namun juga lebih berisiko. Sisanya (sekitar 45%) diinvestasikan di fixed income.

Mengingatkan saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,87% dalam tiga bulan pertama tahun ini. Kondisi ini tidak terlepas dari bayang-bayang gejolak domestik dan global.

kas138