
Ginjal merupakan organ vital yang paling penting bagi tubuh manusia. Ginjal sendiri berfungsi membuang racun dan cairan berlebih dari darah lewat urine.
Karena itu, apabila ginjal rusak maka fungsi kerjanya akan menurun. Akibatnya, limbah dan kelebihan cairan tidak dapat dikeluarkan dengan baik, sehingga menumpuk di dalam tubuh dan dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Adapun, sebagian besar orang dengan penyakit ginjal tahap awal tidak mengalami gejala apapun, sehingga tidak menyadari adanya masalah pada organ ini.
Namun pada tahap lanjut, yang dikenal sebagai penyakit ginjal tahap akhir (End-Stage Kidney Disease atau ESKD), kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala.
Dikutip dari Detik.com Minggu (30/3/2025), beberapa gejala yang dapat muncul meliputi:
– kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
– kelelahan dan kelemahan
– sakit kepala
– frekuensi buang air kecil berkurang
– nyeri dada (jika cairan menumpuk di sekitar jantung)
– sesak napas (jika cairan menumpuk di paru-paru)
– retensi cairan di tangan, wajah, dan kaki, menyebabkan pembengkakan
– tekanan darah tinggi (hipertensi)
– kesulitan tidur
– penurunan ketajaman mental
– kedutan dan kram otot
– penumpukan racun dalam darah dapat menyebabkan gatal terus-menerus di seluruh tubuh
– merasa kedinginan
– sindrom kaki gelisah
– rasa logam di mulut
Adapun, pengidap penyakit ginjal juga dapat mengalami gangguan kesehatan mulut. Hal tersebut disebabkan oleh bakteri penyebab kerusakan gigi dan penyakit gusi yang dapat masuk ke aliran darah, terutama jika sistem kekebalan tubuh lemah.
Berikut beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal:
1. Makan Banyak Garam
Pola makan tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani ginjal. Sebagai alternatif, gunakan lebih banyak rempah-rempah untuk menambah cita rasa masakan.
Bagi sebagian orang, mengurangi asupan garam mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun, seiring waktu, manfaatnya bagi kesehatan akan terasa.
2. Konsumsi Makanan Ultra-Proses
Sebuah studi pada 2022 menunjukkan orang yang mengkonsumsi banyak makanan olahan memiliki risiko penyakit ginjal 24 persen lebih tinggi. Makanan ini umumnya mengandung aditif buatan, gula tambahan, karbohidrat olahan, lemak tidak sehat, dan natrium.
Selain itu, makanan olahan juga rendah nutrisi, baik dari segi serat dan protein. Sebagai gantinya, cobalah mengonsumsi lebih banyak makanan utuh seperti sayur, buah, dan biji-bijian.
3. Kurang Minum Air
Kurang minum air dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Air membantu ginjal untuk membuang limbah dari dalam tubuh hingga mencegah batu ginjal.
Konsumsi air yang cukup juga membuat obat infeksi saluran kemih bekerja lebih efektif.
4. Kurang Tidur
Istirahat yang cukup dan berkualitas penting untuk menjaga status kesehatan secara keseluruhan, termasuk ginjal. Ginjal bekerja mengikuti siklus bangun dan tidur, yang membantu mengkoordinasikan beban kerja organ ini selama 24 jam.
5. Terlalu Banyak Makan Daging
Daging mengandung protein dan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Namun, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan.
Protein hewani seperti daging, susu, dan telur mengandung semua bahan penyusun penting. Namun, beberapa di antaranya juga memiliki kandungan lemak tidak sehat. Seseorang yang memiliki penyakit ginjal juga mungkin akan kesulitan membuang sisa protein dalam tubuh.
6. Kebanyakan Makan Gula
Konsumsi gula terlalu banyak dikaitkan dengan obesitas. Obesitas dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes yang sama-sama menjadi penyebab utama penyakit ginjal.
Perhatikan label kemasan produk pangan sebelum membeli untuk menghindari gula tambahan secara berlebihan.
7. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Minum alkohol secara berlebihan dapat membahayakan ginjal. Alkohol mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh dan meningkatkan tekanan darah, yang merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal.
8. Kurang Gerak
Olahraga teratur berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk pada ginjal. Olahraga membantu menjaga berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol yang sehat.
Sebuah penelitian menunjukkan orang dengan penyakit ginjal yang berolahraga secara teratur memiliki risiko kematian sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga.